Pemandian dan Taman Rekreasi Sengkaling merupakan salah satu tempat
wisata di malang yang sudah sejak lama berdiri dan menjadi primadona wisata malang
trutama sebelum bermunculannya lokasi-lokasi baru. Tempatnya yang
berada dekat dengan pusat kota juga menjadi faktor ini menjadi pilihan
yang cukup menyenangkan bagi mereka yang ingin meluangkan waktu liburan.
Ragam jenis objek rekreasi bisa dinikmati disini dari yang utama adalah
pemandian/kolam renang yang sekarang sudah dikembangkan dengan menambah
ragam permainan airnya, ada juga taman margasatwa dengan aneka jenis
satwa menarik untuk dilhat maupun difoto.
Wahana air yang tersedia diantaranya adalah: Kapal Misteri, Pesona
primitif, Tirta alam, tirta sari serta kolam cumi-cumi. Ada juga wahanan
permainan yang semakin membuat ceria hari-hari liburan anda sekeluarga
meluangkjan waktu disini. Ada dunia ikan, bioskop 4 dimensi, kiddy
train, bom-bom car, merry go round, play ground, sepeda air, bumper
boat, kuda ria dan masih banyak lagi. Untuk kuliner, sekarang juga
dibuka Sengkaling Food Festival, menampilkan sajian ragam khas makanan
asli Kota Malang, beserta oleh-oleh asli Kota Malang yang membuat
pilihan anda semakin banyuak dan sesuai selera anda. Disediakan pula
pilihan makanan Japanese Food maupun Oriental food sebagai pilihan
selera rasa.
Dari sejarah taman rekreasi Sengkaling, yang dulunnya hanya untuk
terbatas karyawan Bentoel Group, sampai akhirnya dibuka untuk umum,
sampai sekarang diambil alih oleh UMM Malang, makan inovasi dan
pengembangan terus diperkaya untuk memanjakan para pengunjung. Taman
Rekreasi Sengkaling sendiri berlokasi di di Jl. Raya Mulyoagung No.
188, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan luas lahan
kurang lebih 8.5 hektar. Jam buka obyek rekreasi di Malang ini buka dari
jam 06.00 sampai jam 17.00. Biaya yang dikeluarkan untuk harga tiket
masuk Sengkaling cukup murah yaitu Rp. 15.000 ,-, dengan variasi ada
tiket terusan Paket Pinishi Rp 30.000 ,- Tiket terusan Paket Kano harga
tiketnya Rp. 25.000.
Pemandian Taman Rekreasi Sengkaling Wisata Malang untuk semua anggota
keluarga dengan air alami asli dari sumber mata air pegunungan. Dengan
kemurnian air yang ada maka bisa juga menjadi obat awet muda bagi orang
yang mandi atau berenang di kolam tirta sengkaling ini. Fasilitas
lengkap kolam renang air panas, dan air dingin, menjadikannya favorit
bagi masyarakat kota Malang yang ingin berenang atau sekadar bermain air
di wahana-wahana yang tersedia disana. Disajikan pula berbagai events
untuk dapat lebih menghibur seperti pertunjukan musik, dangdut, show dan
lain sebagainya.
Perkembangan teknologi sekarang ini telah banyak menunjukkan
kemajuan yang luar biasa. Banyak hal dari sektor kehidupan yang telah
menggunakan keberadaan dari teknologi itu sendiri. Kehadirannya telah
memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam
berbagai aspek dan dimensi. Demikian halnya dengan teknologi komunikasi
yang merupakan peralatan perangkat keras dalam struktur organisasi yang
mengandung nilai sosial yang memungkinkan individu untuk mengumpulkan,
memproses dan saling tukar informasi (menurut Rogers,1986). Keadaan yang
demikian, dimana sebuah teknologi mampu merubah sesuatu yang belum
tentu dapat dilakukan menjadi sebuah kenyataan. Misalnya, kalau dahulu
orang tidak dapat berbicara dengan orang lain yang berada di suatu
tempat yang berjarak jauh, maka setelah adanya telepon orang dapat
berbicara tanpa batas dan jarak waktu.
Dari sinilah, semula dengan ditemukannya berbagai perangkat
sederhana, mulai dari telepon, yang berbasis analog, maju dan berkembang
terus hingga muncul berbagai perangkat elektronik lainnya. Hingga
akhirnya teknologi ini berintegrasi satu dengan lainnya. Teknologi
komunikasi yang telah ada merupakan sebuah jawaban dari adanya
perkembangan zaman. Hal ini terjadi karena semakin berkembang maju
sebuah peradaban manusia maka teknologi pun akan terus mengalami
perkembangan untuk menyelaraskan pola peradapan manusia itu sendiri. Source: http://teknologiperkembangannya.blogspot.sg/
Google memiliki fitur bernama google drive yang dapat menyimpan gratis sebesar 5 GB
dan dapat ditambahkan dengan pembayaran tertentu. . GDrive memberikan
kapasitas gratis sebesar 5 GB dan tentunya fitur-fitur yang terintegrasi
dengan layanan Google lainnya seperti: Gmail, G+ dan Google Search.
Fitur yang bisa digaris bawahi dari GDrive adalah API’s untuk para
Developer. Hingga kini GDrive telah terhubung dengan puluhan aplikasi
pihak ketiga.
Google Drive adalah layanan penyimpanan daring milik Google yang diluncurkan pada 24 April 2012.Layanan ini merupakan ekstensi dari Google Docs dan akan mengganti URL docs.google.com dengan drive.google.com setelah diaktifkan. Google Drive memberikan layanan penyimpanan gratis sebesar 5 GB dan dapat ditambahkan dengan pembayaran tertentu. Dengan fitur unggulan yang sama seperti Dropbox,
yaitu sinkronisasi data melalui folder khusus di dalam desktop atau
lebih dikenal dengan Desktop Sync Clients. GDrive memberikan kapasitas
gratis sebesar 5 GB dan tentunya fitur-fitur yang terintegrasi dengan
layanan Google lainnya seperti: Gmail, G+ dan Google Search. Fitur yang
bisa digaris bawahi dari GDrive adalah API’s untuk para Developer.
Hingga kini GDrive telah terhubung dengan puluhan aplikasi pihak ketiga. Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Google_Drive
Jurusan Teknik Elektro menyelenggarakan Program Sarjana Strata 1
berdiri 1990 dan Diploma III Elektronika berdiri 1995 telah meluluskan
lebih dari 2000 Sarjana Teknik dan Ahli Madya telah berkarier sebagai
Pegawai Pemerintah dan Swasta, Pengusaha Kontraktor dan Konsultan,
Akademisi. Jurusan dikelola oleh 23 Dosen yang bergelar Doktor dan
Magister. Jumlah mahasiswa aktif kurang lebih 600 mahasiswa.
Lulusan Sarjana Teknik Elektro dibekali dengan ketrampilan dan
keahlian bidang teknik elektro antara lain Sistem Tenaga, Elektronika,
Pengaturan Industri, Telekomunikasi dan Informatika. Teknik Elektro
memiliki Laboratorium Rangkaian Elektronika, Rangkaian Listrik,
Rangkaian Logika, Pengukuran, Sistem Pengaturan, Mikroprosessor,
Elektronika Industri, PLC, Mesin-mesin Listrik, Instalasi Listrik,
PLTMH, VHDL, dan Workshop Elektronika..
Sedangkan Ahli Madya Teknik Elektronika dibekali dengan Keahlian
Elektronika Industri, serta Teknik Komputer dan Jaringan yang didukung
dengan sertifikasi KKPI, CCNA, JENI, TOEIC. Dukungan ekstra kurikuler
terdiri atas kelompok Robotika, Sistem Instrumentasi Industri dan
lain-lain.
Awal 2010 Jurusan Teknik Elektro membuka bidang keahlian baru yaitu TKJ dimana akan menambah variasi keahlian yang akan di miliki oleh lulusan teknik elektro yang di dukung oleh lab. Komputer Aplikasi.
UMMAlamat: Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang, Jawa Timur, Indonesia Telepon: 0341-4641819 Fax: 0341-460782 Website:www.umm.ac.id atau www.umm.web.id Email: webmaster@umm.ac.id Facebook:Universitas Muhammadiyah Malang atau Universitas Muhammadiyah Malang Twitter:@ummcampus atau @unmuhmalang Universitas Muhammadiyah Malang(UMM) adalah salah
satu perguruan tinggi swasta favorit yang ada di Malang. Universitas
Muhammadiyah Malang (UMM) adalah salah satu perguruan tinggi swasta
favorit yang ada di Malang. Universitas Muhammadiyah Malang ini sudah
berdiri sejak tahun 1964.UMM merupakan salah satu universitas yang
tumbuh cepat, sehingga oleh PP Muhammadiyah diberi amanat sebagai
perguruan tinggi pembina untuk seluruh PTM Perguruan Tinggi Muhammadiyah
wilayah Indonesia Timur. Program-program yang didisain dengan cermat
menjadikan UMM sebagai “The Real University”, yaitu universitas yang
benar-benar universitas dalam artian sebagai institusi pendidikan tinggi
yang selalu berkomitmen dalam mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi
Sekarang ini Universitas Muhammadiyah Malang memiliki 3 lokasi
kampus, yaitu kampus I di Jalan Benduangn Bandung, kampus dua di
Sumbersari dan kampus tiga di Tegal Gondo. Kampus I yang merupakan cikal
bakal UMM, sekarang ini dikonsentrasikan untuk program pasca sarjana.
Sementara itu, kampus II yang dulu dijadikan sebagai pusat kegiatan
utama, sekarang sudah dikonsentrasikan sebagai Kampus Fakultas
Kedokteran dan Program D3 Akademi Perawat. Sedangkan kampus III sebagai
kampus terpadu dijadikan sebagai pusat sari seluruh aktivitas.
Kampus-kampus Universitas Muhammadiyah Malang:
1. Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang, East Java, Indonesia 65144 Phone: 0341-4641819 (Hunting) Fax: 0341-460782
2. Jl. Bandung No. 1 Malang, East Java, Indonesia 65113 Phone: 0341-551253 Fax: 0341-562124
3. Jl. Bendungan Sutami 188A Malang, East Java, Indonesia 65145 Phone: 0341-551149 Fax: 0341-582060
Salam semuanya...
kali ini saya akan bagikan informasi tentang salah satu kota tempat kelahiran saya yaitu Kota Bima,
Bima memang
unik dengan beragam tarian tradisional baik yang lahir dari Istana
maupun di luar Istana. Pada masa lalu, terutama pada zaman ke-emasan.
Kesultanan Bima, Seni tari dan atraksi seni budaya tradisioanl
merupakan salah satu cabang seni yang sangat populer. Pengembangan seni
tari mendapat perhatian dari pemerintah kesultanan. Kala itu, Istana
Bima (Asi Mbojo) tidak hanya berfungsi sebagai pusat Pemerintahan namun
Asi juga merupakan pusat pengembangan seni dan budaya tradisional. Pada
masa pemerintahan Sultan Abdul Khair Sirajuddin (Sultan Bima yang kedua)
yang memerintahkan antara tahun 1640-1682 M, seni budaya tradisional
berkembang cukup pesat. Hingga saat ini seiring berjalannya waktu,
beberapa seni tari dan atraksi seni budaya tradisional itu masih tetap
eksis. Beberapa tarian yang masih dapat di nikmati antar lain;
a. Atraksi Gantao
Atraksi Gantao
Jenis tarian ini
berasal dari Sulawesi Selatan dengan nama asli Kuntao. Namun di Bima
diberi nama Gantao. Atraksi seni yang mirip pencak silat ini berkembang
pesat sejak abad ke-16 Masehi. Karena pada saat itu hubungan antara
kesultanan Bima dengan Gowa dan Makasar sangat erat. Atraksi ini dapat
dikategorikan dalam seni Bela diri (silat), dan dalam setiap gerakan
selalu mengikuti aturan musik tradisional Bima (Gendang, Gong, Tawa-tawa
dan Sarone). Pada zaman dahulu setiap acara-acara di dalam lingkungan
Istana Gantao selalu digelar dan menjadi ajang bertemunya para pendekar
dari seluruh pelosok, hingga saat ini Gantao masih tetap lestari
detengah-tengah masyarakat Bima dan selalu digelar pada acara sunatan
maupun perkawinan).
b. Tari Wura Bongi Monca
Seni budaya tradisional Bima berkembang
cukup pesat pada masa pemerintahan sultan Abdul Kahir Sirajuddin, sultan
Bima ke-2 yang memerintah antara tahun 1640-1682 M.
Salah satunya adalah Tarian Selamat Datang atau dalam bahasa Bima
dikenal dengan Tarian Wura Bongi Monca. Gongi Monca adalah beras kuning.
Jadi tarian ini adalah Tarian menabur Beras Kuning kepada rombongan
tamu yang datang berkunjung.
Tarian ini
biasanya digelar pada acara-acara penyabutan tamu baik secara formal
maupun informal. Pada masa kesultanan tarian ini biasa digelar untuk
menyambut tamu-tamu sultan. Tarian ini dimainkan oleh 4 sampai 6 remaja
putri dalam alunan gerakan yang lemah lembut disertai senyuman sambil
menabur beras kuning kearah tamu, Karena dalam falsafah masyarakat Bima
tamu adalah raja dan dapat membawa rezeki bagi rakyat dan negeri.
c. Tari Lenggo
Tari Lenggo ada dua
jenis yaitu Tari Lenggo Melayu dan Lenggo Mbojo. Lenggo Melayu
diciptakan oleh salah seorang mubalig dari Pagaruyung Sumatera Barat
yang bernama Datuk Raja Lelo pada tahun 1070 H. Tarian ini memang khusus
diciptakan untuk upacara Adat Hanta UA Pua dan dipertunjukkan pertama
kali di Oi Ule (Pantai Ule sekarang) dalam rangka memperingati Maulid
Nabi Muhammad SAW. Lenggo Melayu juga dalam bahasa Bima disebut Lenggo
Mone karena dibawakan oleh 4 orang remaja pria.
Terinspirasi dari
gerakan Lenggo Melayu, setahun kemudian tepatnya pada tahun 1071 H,
Sultan Abdul Khair Sirajuddin menciptakan Lenggo Mbojo yang diperankan
oleh 4 orang penari perempuan. Lenggo Mbojo juga disebut Lenggo Siwe.
Nah, jadilah perpaduan Lenggo Melayu dan Lenggo Mbojo yang pada
perkembangan selanjutnya dikenal dengan Lenggo UA PUA. Tarian Lenggo
selalu dipertunjukkan pada saat Upacara Adat Hanta UA PUA terutama pada
saat rombongan penghulu Melayu mamasuki pelataran Istana.
d. Rawa Mbojo
Salah satu seni budaya Mbojo yang
merupakan ajang hiburan masyarakat tempo dulu adalah Rawa Mbojo. Seni
ini adalah salah satu media penyampaian pesan dan nasehat yang
disuguhkan terutama pada malam hari saat-saat penen sambil memasukkan
padi di lumbung. Senandung Rawa Mbojo yang di-iringi gesekan Biola
berpadu dengan syair dan pantun yang penuh petuah adalah pelepasan lelah
dan pembeli semangat kepada warga yang melakukan aktifitas di tiap-tiap
rumah. Sebagai selingan, dihadirkan pula seorang pawang cerita yang
membawakan dongeng-dongeng yang menarik dan penuh makna kehidupan.
Syair dan senandung
Rawa Mbojo didominasi pantun khas Bima yang berisi nasehat dan petuah,
kadang pula jenaka dan menggelitik. Ini adalah sebuah warisan budaya
tutur yang tak ternilai unuk generasi. Dalam Rawa Mbojo terdapat beragam
lirik yang dikenal dengan istilah Ntoro. Ada Ntoko Tambora, Ntoko Lopi
Penge, dan Ntoko lainnya. Tiap Ntoko memiliki khas masing-masing.
Misalnya Ntoko Tambora dilantunkan dalam syair dan irama yang
mengambarkan kemegahan alam. Ntoko Lopi Penge mengambarkan suasana laut
dan gelombang. Syair dan pantun yang dilantunkan pun dikemukakan secara
spontan sesuai keadaan. Itulah kelebihan dari para pelantun Rawa Mbojo.
Meskipun tidak bisa membaca dan menulis, namn mereka sangan pawai
melantunkannya secara spontanitas.
e. Hadrah Rebana
Jenis atraksi kesenian
ini telah berkembang pesat sejak abad ke-16. Hadrah Rebana merupakan
jenis atraksi yang telah mendapat pengaruh ajaran islam. Syair lagu yang
dinyanikan adalah lagu-lagu dalam bahasa Arab dan biasanya mengandung
pesan-pesan rohani. Dengan berbekal 3 buah Rebana dan 6 sampai 12
penari, mereka mendendangkan lagu-lagu seperti Marhaban dan lain-lain.
Hadrah Rebana biasa digelar pada acara WA’A CO’I (Antar Mahar), Sunatan
maupun Khataman Alqur’an. Hingga saat ini Hadrah Rebana telah berkembang
pesat sampai ke seluruh pelosok. Hal yang menggembirakan adalah Hadrah
Rebana ini terus berkembang dan dikreasi oleh seniman di Bima. Dan
banyak sekali karya-karya gerakan dan lagu-lagu yang mengiringi
permainan Hadrah Rebana ini.
Semua atraksi kesenian
dan tari-tarian ini oleh Pemerintah Kota Bima selalu di gelar pada
setiap perayaan hari-hari besar daerah, propinsi dan nasional bahkan
untuk menyambut para tamu-tamu pemerintahan, wisatawan dan
kegiatan-kegiatan ceremonial lainnya yang terpusat di Paruga Nae (tempat
khusus pagelaran seni budaya dengan arsitektur khas tradisional rumah
adat Bima).
MAKANAN KHAS KOTA BIMA Yang pertama adalah Kelompok Lauk Pauk (Uta), hmm Letak
Bima yang secara geografis berada di pesisir pantai mempengaruhi selera
makan orang Bima. Kebanyakan makanan Bima terdiri dari ikan dan hasil
laut lainnya. Orang Bima bilang kalau belum makan pakai ikan rasanya
gimana gitu ada yang kurang pokoknya seafood is the best lah.Dalam bahasa bima ikan disebut dengan “uta”. Uta palumara (Ikan berkuah asam,manis, pedas, dengan tambahan aroma khas pataha (daun kemangi))#waahh ngebayangin aja udah ngiler nih Uta londe puru (bandeng bakar) cita rasa bandengnya
itu beda, rasa dagingnya manis, gurih karena langsung dari ombo (tambak
air laut). Biasanya dulu waktu SMA sering jalan-jalan ke tambak “teman/
keluarga” untuk “panen” uta londe puru ,bayangin aja makan ikan
sepuasnya langsung dari ‘tambak”nya di tengah suasana pantai dengan
semilir angin laut yang sepoi-sepoi, ditambah lagi nikmatnya es kelapa
muda (srutt-srutt wuisshh syahduuuuu, udah gitu gratis lagi) heheh. uta palumarauta londe puruUta Sepi tumis/Jame sepi, Yang satu ini juga makanan
favorit orang bima, terbuat dari udang yang kecil-kecil yang ditumis
dengan tomat,cabe, Asam muda dan daun kemangi. Rasanya???? (waah sulit
diungkapkan, pokoknya kalau ada lauk ini siapkan nasi
sebanyak-banyaknya, satu bakul juga kaya’nya habis hihihi) uta sepi tumiUta poco,karamba, tumis(Tumis Cumi kering dan Ikan
Asin) Waah ini Favorit temen-temen kos, kalau ada kiriman orang tua dari
Bima, langsung dah pada request masakan ini.(Rezeki anak kos) hahaha
sebenarnya masih banyak lagi masakannya ada mangge mada,karwiti, dsb.
mungkin akan dijelaskan lain kali Walaupun orang Bima menggemari ikan
laut, bukan berarti di Bima tidak mengenal makanan selain ikan. Daging
Kambing adalah makanan favorit setelah ikan disusul Daging Rusa atau
Menjangan, Daging Sapi, Kerbau dan Kelompok Unggas serta terakhir Daging
Kuda. Yang kedua adalah Kelompok Sayuran. Daun dan Buah
Kelor adalah sayuran yang paling populer, di Bima. Banyak penelitian
menunjukan bahwa daun kelor sangat bermanfa’at untuk kesehatan.. Dalam
Bahasa Bima sayur disebut “utambeca”. Dalam Kuliner Bima memang tidak banyak dikenal sayuran yang ditumis, sayur itu selalu identik dengan makanan yang berkuah.
Uta Mbeca Maci ro’o parongge (sayur bening daun kelor), Sayur ini
sangatlah simple, sayur bening dari daun kelor, sayur ini sangat
diminati oleh orang bima, untunglah dimakassar masih banyak yang menjual
dau kelor jadi kalau timbul rasa “kangen” akan daun kelor maka secepat
mungkin membelinya di pasar terdekat dan segera memasaknya.
Kelompok Pelengkap atau Sambal. Ini paling penting,
kalau tak ada yang satu ini rasanya gag lengkap, di bima ada banyak
sekali ragam jenis sambal, baik sambal mentah maupun matang. Enak atau
tidaknya suatu santapan tergantung makanan pelengkap ini.
Sambal doco tomat (sambal tomat), teman-teman kost kadang bingung,
kok bisa ya makan yang semuanya serba mentah, tapi setelah di suruh
“icip-icip” malahan mereka minta nambah lagi #Gubrak
Sambal tota fo’o (bingung nih bahasa indonesianya apa ya yang
bagus??)#garuk-garuk kepala, yang jelas apapun makanannya minumnya teh
botol S***o (asli iklan nih), yang satu ini dibuat dari irisan tipis
mangga muda,lombok, tomat, daun kemangi, hmm rasanya Asam,asam pedas
(Rame rasanya) ya udaah masih bingung sama rasanya?? *cobain aja deh
sendiri. Kelompok Penganan/Makanan Kecil. Jenis penganan Bima
banyak dipengaruhi oleh citarasa melayu, manis bersantan, dan banyak
juga kue kering diantaranya : Pangaha bunga (paling terkenal di Sila
kananga, tempat tinggal ku*hehe) Bingka dolu, Kahangga, Tamu sinci, Mina
sarua, Kadodo(dodol), dan masih banyak lagi. Sumber
CIRI KHAS KOTA BIMA
Tenun Ikat Bima
Ke kota Bima, tak lengkap jika tak melihat langsung proses pembuatan
Tenun. Ragam budaya yang memperlihatkan identitas kota Bima sebagai
sebuah entitas yang unik dengan sejumlah kearifan lokalnya ini sangat
terkenal bahkan sejak abad ke-15 silam. Kain tenun Mbojo merupakan kain tenun khas asal daerah Bima dan beberapa daerah di sekitar Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Duta Honda Roadventure pun tak ingin melewatkan yang satu ini. Mereka
berkunjung ke salah satu tempat pembuatan tenun yang ada di kota Bima,
tepatnya di Kelurahan Rabadompu.
Di tempat itu, para pejuang Sangihe-Sape-Sabang (SSS) ini melihat
langsung pembuatan kerajinan tangan yang dilakukan oleh
perempuan-perempuan Bima. Mereka begitu antusias.
Pembuatan sarung ini telah turun temurun sejak abad ke-15. Kerajinan
ini dikenal dengan istilah Muna Ro Medi dalam bahasa Mbojo. Kegiatan ini
dilakukan untuk mengisi waktu sembari menunggu suami pulang bekerja.
Mereka berkelompok, mengerjakan tenun sambil menjaga anak-anak. “Ya,
sambil ngerumpi juga,” tutur Hafsah, 35, salah seorang pembuat sarung
tenun di Rabadompu, Kota Bima.
Kain dan kerajinan tenun kota Bima sudah menjadi komoditas andalan
dalam kegiatan perdagangan di nusangara. Beberapa hasil kreasi tenun
yang paling populer adalah sarung (tembe), destar (sambolo) dan ikat
pinggang (weri).
Catatan seorang Portugis, Tome Pires, yang datang ke kota Bima pada
1513 menyebutkan bahwa pedagang dari daerah Mbojo membawa barang
dagangannya sampai Maluku dan Malaka. Di antara barang dagangan yang
mereka jual adalah weri, tembe dan sambolo.
Meski tetap eksis, tapi kerajinan ini mulai menyusut. Hafsah
bercerita kini tak banyak lagi perempuan yang bisa menenun seperti jaman
ibu-bapaknya. Ini karena bahan baku, proses pembuatan, serta
penjualannya yang sedikit sulit dan lambar.
Kegelisahan Maina dijawab oleh pemerintah setempat. Pemerintah kota
Bima menginstruksikan para pegawai negeri sipil untuk mengenakan baju
tenun ikat khas selama 4 hari kerja, Selasa-Jumat. Sementara baju Keki
hanya digunakan pada hari Senin.
“Selama ini keluhan utama perajin adalah mahalnya bahan baku benang
dan pemasaran. Kami mencoba menjawab soal pemasaran itu melalui
keharusan mengenakan kain tenun ikat,” ungkap M Farid, Kepala Dinas
Perindustrian dan Perdagangan kota Bima, pada suatu ketika.
Kebijakan tersebut membuka peluang pasar bagi 1.500 perajin (178
kelompok) di kota itu. “Ya, sejak tahun lalu memang lebih bergairah
menenun. Tenunannya pasti terjual, mengingat banyak permintaan, terutama
PNS,” paparnya.
Ia menambahkan, selembar tenun ukuran lebar 60 sentimeter panjang 3
meter dijual Rp 350.000-Rp 500.000. Hafsah dan Suharmi mendapat untung
rata-rata Rp 150.000.
Penasaran melihat motif yang berbeda, salah satu rider, Hambali pun
menanyakan tentang makna dan motif yang sering dibuat oleh Hafsah.
Hafsah menceritakan, ragam motif tenunan Bima hanya menampilkan satu
dari sekitar sembilan ragam motif hiasan dalam satu lembar sarung atau
pakaian. “Misalnya kalau hiasan bunga Satako (bunga sekuntum) tidak
dapat disertakan dengan Bunga Nenas (Bunga Aruna),” jelasnya.
Meski tak sebanyak motif seperti di Bali, sarung Tenun Bima tetap
beragam. Beberapa ragam di tempat ini antara lain adalah Bunga Samobo
(bunga Sekuntum), Bunga Satako (Bunga Setangkai), Bunga Aruna (Bunga
Nenas), dan Bunga Kakando (Rebung).
“Bunga Samobo bermakna sebagai mahluk sosial manusia selain
bermanfaat bagi dirinya, juga harus bermanfaat bagi orang lain, laksana
sekuntum bunga yang memberikan aroma harum bagi lingkungannya,”
paparnya.
Sementara Bunga Satako sebagai simbol kehidupan keluarga yang mampu
mewujudkan kebahagiaan bagi anggota keluarga dan masyarakat. Bagaikan
setangkai bunga yang selalu menebar keharuman bagi lingkungannya.Bunga
Nenas terdiri dari 99 sisik (helai) merupakan simbol dari 99 sifat
utama Allah yang wajib dipedomani dan diteladani oleh manusia dalam
menjalankan kehidupan agar terwujud kehidupan bahagia dunia dan akhirat.
“Kalau
Bunga Kakando mengandung makna hidup yang penuh dinamika yang mesti jalani dengan penuh semangat.”
Disamping mengenal motif bunga, tenunan Bima juga mengenal motif
geometri seperti Gari(garis), Nggusu Tolu atau Pado Tolu( Segitiga),
Nggusu Upa (Segi empat, Pado Waji (Jajaran Genjang), serta Nggusu Waru (
Segi Delapan ). Motif Gari(Garis) mengandung makna bahwa manusia harus
bersikap jujur dan tegas dalam melaksanakan tugas, seperti lurusnya
garis.
“Wah, banyak sekali kalau dijelaskan satu-satu,” komentarnya. “Nggusu
Tolu (Segitiga) berbentuk kerucut mengandung makna bahwa kekuasaan
tertinggi ada di tangan Allah yang disimbolkan dalam puncak kerucut yang
lancip.”
Nggusu Upa atau segi empat merupakan simbol kebersamaan dengan
tetangga dan kerabat. Motif Pado Waji hampir sama maknanya dengan Nggusu
Tolu, tetapi selain mangakui kekuasaan Allah juga harus mengakui
kekuasaan pemimpin yang dilukiskan dengan dua sudut tumpul bagian kiri
kanannya. Sedangkan Nggusu Waru, idealnya seorang pemimpin harus
memenuhi delapan persyaratan yaitu :Beriman Dan Bertaqwa, Na Mboto Ilmu
Ro Bae Ade (Memiliki ilmu dan pengetahuan yang luas), Loa Ra Tingi
(Cerdas Dan Terampil), Taho Nggahi Ra Eli (Bertutur kata yang halus dan
sopan), Taho Ruku Ro Rawi (Bertingkah Laku Yang Sopan), Londo Ro Dou
(Berasal Dari Keturunan Yang Baik), Hidi Ro Tahona (Sehat Jasmani Dan
rohani), Mori Ra Woko (Mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari).
Unsur warna dalam seni rupa Bima terdiri dari dana kala (warna
merah), dana monca (warna kuning), Dana Owa (Warna Biru), Dana Jao
(Warna Hijau), Dana Keta (Warna Ungu), Dana Bako (warna merah jambu),
Dana Me’e (Warna Hitam) dan Dana Lanta (Warna Putih). “Setiap warna
memiliki makna,” tuturnya. Sumber